“nebeng ya kak” ucapku pada seniorku yang
menjabat sebagai ketua osis sekaligus the most wanted disekolahku ini
“yo`e” jawabnya. Aku pun naik ke caviga biru
miliknya. Rumahku searah dengan rumahnya. Bahkan bersebelahan. Beberapa menit
kemudian aku sudah sampai didepan rumahku.
“makasih yak” ucapku. Ia mengangguk lalu pulang
kerumahnya.
Setelah mandi, aku duduk dibalkon kamarku membawah
sebuah buku diary pink dan pena warna putih. Masih jam 4 sore, pantas aja
masihsepi rumahku . mama & papa
masih dikantor . Bastian adikku, pasti lagi main. Aku menggoreskan penaku
dibuku diary
18 – 02 – 2014
Dear diary
Tak ada yang istimewa darinya
Mungkin itu bagiku. Bagi mereka?
Oh iya, kenapa aku harus memikirkannya?
Keterlaluan hari ini.
Gara* kodok. Aku harus keliling lapangan upacara 5kali putaran.
Melelahkan emang.
Tapi kenapa begitu mendengar petikan gitar kak cakka, dengan suara beningnya. Selalu buat aku speechlesh. Apa aku suka padanya?
Nggak mungkin lah. Dia itu the most wanted. Yang jadi incaran cewek`` disekolah. Gak mungkin aku saingan sama mereka.
Aduh Oik... mikir dong Oik.
Mungkin itu bagiku. Bagi mereka?
Oh iya, kenapa aku harus memikirkannya?
Keterlaluan hari ini.
Gara* kodok. Aku harus keliling lapangan upacara 5kali putaran.
Melelahkan emang.
Tapi kenapa begitu mendengar petikan gitar kak cakka, dengan suara beningnya. Selalu buat aku speechlesh. Apa aku suka padanya?
Nggak mungkin lah. Dia itu the most wanted. Yang jadi incaran cewek`` disekolah. Gak mungkin aku saingan sama mereka.
Aduh Oik... mikir dong Oik.
~ Oik C.R~
“yaelah. Penagagum tetangga sebelah nih” ucap
Bastian yang tiba`` nongol dibelakangku. Aku langsung menutup diaryku.
“babas. Apa apaan sih ah” ucapku manyun
“bilangin mama sama papa lho” ucapnya
“Babaaaas” teriakku sambil mengejarnya keluar
kamarku & menuruni tangga
Tinn tinn (anggap suara klakson mobil)
“Oikkkk… Bastiaaaan” teriak 2 pemuda di ambang
pintu ruang tamu
“Obieeet… Irsyaaaad” teriakku & Bastian
bersamaan. Aku menghampirinya. Dan kami berhambur kedalam dekapan sahabat``
kami
“yaelah Ik, loe gendut amat sih” ucap Irsyad
“biarin dong. dari pada kamu nggak laku-laku”
balasku sambil menjulurkan lidah
“eh, udah-udah, jangan bertengkar. Yang paling
keren tuh jelas gue” ucap Obiet pede
“apanya yang keren?. Wong kamu tambah item
gitu” ucap Oik
“enak aje. Walau gue item, yang ngantri tuh si
Selena Gomes, Alicia Keys. Truus..”
“huaa,, narsis loe nggak ilang. Mana mau mereka
ngantri ama loe. Loe aja kayak tomcat gitu” balasku sambil mengantar sahabatku
kekamar kosong dilantai atas yang akan mereka tempati
“enak aja. Loe tuh gajah bengkak medok” ucap
Obiet
“emang loe nggak medok ya?”Tanyaku. Obiet
nyengir
~Esok Hari~
“dia, memang hanya dia
kuslalu memikirkannya.
tak pernah ada habisnya
benar dia benar hanya dia
kuslalu menginginkannya
belaian dari tangannya
mungkin hanya dia
harta yang paling terindah
diperjalanan hidupku
sejak derap denyut nadiku
mungkin hanya dia
indahnya sangat berbeda
kuhaus merindukannya
kuingin kau tau isi hatiku
kaulah yang terbaik dalam hidpku
tak ada yang lain hanya kamu
tak pernah ada. Takkan pernah ada”
kuslalu memikirkannya.
tak pernah ada habisnya
benar dia benar hanya dia
kuslalu menginginkannya
belaian dari tangannya
mungkin hanya dia
harta yang paling terindah
diperjalanan hidupku
sejak derap denyut nadiku
mungkin hanya dia
indahnya sangat berbeda
kuhaus merindukannya
kuingin kau tau isi hatiku
kaulah yang terbaik dalam hidpku
tak ada yang lain hanya kamu
tak pernah ada. Takkan pernah ada”
Suara tepuk tangan diseluruh penjuru kantin
sekolah selalu tercipta untuknya
“lagu tadi saya persembahkan untuk seseorang
yang sangat saya cintai” ucapnya. Aku jadi berpikir kalau orang yang dimaksud
adalah aku. Aku senyum* sendiri. Kak cakka berdiri menghadap kebangkuku
“maukah kamu jadi yang terbaik untukku?
Pendamping hidupku? “tanyanya. Pipiku merah” Nadya Almira Puteri? “lanjutnya.
Seketika raut wajahku berubah. Aku mendengus kesal. Aku langsung keluar dari
kerumunan orang* yang ada dibangkuku. Menyaksikan proses penembakan seorang the
most wanted terhadap sahabatku…. Musisi ternama dinegaraku.
NADYA
ALMIRA PUTERI
~ taman sekolah ~
“meski dirimu bukan milikku
namun hatiku tetap untukmu
berjuta pilihan disisiku
takkan bisa manggantikanmu
walau badai menarpa
cintaku takkan kulepas
berikan kesempatan untuk mambuktikan
kumampu jadi yang terbaik
dan masih jadi yang terbaik
kuakan menanti
meski harus penantian panjang
kuakan tetap setia menunggumu
kutaukau hanya untukku
biarlah waktuku
habis oleh penantian ini
hingga kau percaya betapa besar
cintaku padamu. Kutetap menanti”
namun hatiku tetap untukmu
berjuta pilihan disisiku
takkan bisa manggantikanmu
walau badai menarpa
cintaku takkan kulepas
berikan kesempatan untuk mambuktikan
kumampu jadi yang terbaik
dan masih jadi yang terbaik
kuakan menanti
meski harus penantian panjang
kuakan tetap setia menunggumu
kutaukau hanya untukku
biarlah waktuku
habis oleh penantian ini
hingga kau percaya betapa besar
cintaku padamu. Kutetap menanti”
Aku menyelesaikan laguku dengan sebening air
mata. Diiringi dengan petikan gitar kak debo itu yang aku lantunkan barisan.
Tiba-tiba jari-jemari kak Debo mengusap lembut air mata yang jatuh dipipiku.
Aku kaget bukan main saat kak debo menatap mataku lekat. Jarak antara kami
hanya beberapa centi. Akupun dapat merasakan deruan nafasnya. Hatiku
bergetar,akupun menatap kilau mata beningnya hari ini juga, aku mulai sadar
bahwa kak debo itu baik,keren & perhatian.
Hari demi hari kulewati dengannya. Kini aku
sering main kerumah kak Debo., main basket bareng dilapangan, ngerjain soal
bareng, pulang sekolahpun aku sering nebeng sama dia. Kita semakin akrab. Dan
kini kusadari, bahwa kak Debo itu Sempurna.
Sore ini aku mau pergi ke café dengan kak Debo.
Mungkin ini adalah kencan pertamaku dengannya. Suara klakson mobil membuatku
bergegas turun.
Aku mendapati kak Debo berdiri didepan mobilnya
dengan jas hitam & baju putih.
“oh my God. Kak Debo ganteng banget” batinku
sambil terus memandangi seluruh tubuhnya
“my angel, sudikah kamu ku ajak pergi
denganku?” tanyanya. Sambil menunduk & menyodorkan tangan kanannya
“tentu” jawabku sambil tersenyum
~Café~
“ma, pa, ini Oik. Yang mau aku kenalin” ucap
kak Debo. Aku kaget setengah mati begitu mendapati kedua orang tua kak Debo
tersenyum kepadaku
“oh jadi ini?, cantik ya?” ucap mamanya. Aku
mencium tangan kedua orang tuanya bergantian
“kamu nggak salah pilih cewek emang Deb” ucap
papanya. Aku tersenyum. Berharap begitu
“ish. Papa apaan sih” ucapnya malu malu
“Debo itu suka cerita tentang kamu lho. Kalau
telpon” ucap mamanya
“memang kak Debo ngomong apa aja tante?”
tanyaku
“Debo itu bilang kamu itu cantik, manis, baik,
lucu, nyenengin gitu” jawab mamanya. Pipiku bersemu merah
“mm.. ma, pa, Ik. Aku kesana dulu ya” ijin kak
Debo. Lalu kak Debo berlari kecil ke arah panggung yang ada disebelah barat
kami. Aku menatapnya heran dari jauh
“sore semuanya.. saya disini akan
mempersembahkan sebuah lagu untuk orang yang sangat saya cintai” ucapnya lalu
mengambil gitar yang ada dibelakangnya. Saat ini, bukan rasa GR lagi yang
menyelimutiku. Tapi getaran jiwa yang tak terjamah bandingannya. Mungkin ini
yang dinamakan cinta
“menatap indahnya senyuman diwajahmu
membuatku terdiam dan terpaku
mengerti akan hadirnya cinta terindah
saat kau peluk mesra tubuhku
banyak kata yang tak mampu ku ungkapkan kepada dirimu
aku ingin engkau slalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah yang meyakiniku
kau tercipta untukku
sepanjang hidupku.
meski waktu akan mampu
memanggil seluruh ragaku
ku ingin kau tau ku slalu milikmu
yang mencintaimu. Sepanjang hidupku” gemuruh teriakan & tepuk tangan bergema di seluruh penjuru café. Kak Debo menghampiriku. Aku terpaku dengan penampilannya tadi
membuatku terdiam dan terpaku
mengerti akan hadirnya cinta terindah
saat kau peluk mesra tubuhku
banyak kata yang tak mampu ku ungkapkan kepada dirimu
aku ingin engkau slalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah yang meyakiniku
kau tercipta untukku
sepanjang hidupku.
meski waktu akan mampu
memanggil seluruh ragaku
ku ingin kau tau ku slalu milikmu
yang mencintaimu. Sepanjang hidupku” gemuruh teriakan & tepuk tangan bergema di seluruh penjuru café. Kak Debo menghampiriku. Aku terpaku dengan penampilannya tadi
“Oik, aku tak tau kapan kita pertama bertemu,
kapan kita berkenalan, tapi yang jelas, setiap aku menatapmu. Selalu ada
ketenangan terselip di hatiku” ia menggantukan kalimatnya “waktu pun tau bahwa
sesungguhnya aku mengagumimu. Tapi bukan hanya itu, aku tak mau aku hanya
sebatas pengagum dalam diammu. Aku ingin menjadi yang terindah di hidupmu” ucapnya.
Aku semakin speechles”Oik, kalau kita suka sama seseorang karna gantengnya, itu
berarti kamu sebatas kagum. Apabila kamu suka karna uangnya. Berarti matre.
Apabila kamu suka dia karna ingin melupakan yang lain. Itu artinya kamu tak
cinta padanya. Dan apabila kamu suka dia dari sini..” kak Debo menunjuk dadaku.
Lebih tepatnya hatiku “itu artinya. Kamu benar benar mencintainya dengan tulus”
lanjutnya. Aku benar benar terpaku dengan kata katanya barusan “Dan dengan ini,
aku ungkapkan seluruh perasaanku padamu. Tapi sungguh tak akan aku memaksa bila
aku bukan cinta dari hatimu. Oik Cahya Ramadlani. Aku ingin semua orang yang
ada disini menjadi saksi. Oik, maukah kamu menjadi yang terindah untukku?,
menjadi yang terbaik untuk saling melengkapi kekuranganku?” tanyanya tulus. Aku
berfikir. Seluruh raga & jiwaku seakan berbisik.bahwa dialah anugerah Tuhan
yang kan bahagiakanku.
“aku mau” jawabku.
“bener? ‘tanyanya memastikan. Aku mengangguk.
Seluruh café menyoraki kami seakan menjadi saksi hubungan kami berdua.
~ 25 – 02 – 2014 ~
Dear diary
# Dibayang senyum musisi #
Dulu aku berfikir bahwa kak cakkalah jodohku.
Aku sempat menyukainya. Tapi sebatas rasa kagum …. tak pernah terpikir
sebelumnya saat ku membayangkan seulas senyum musisi melibatkan aku dipermainannya
ternyata aku salah.
Dibayang senyum musisi itu telah membuatku
hancur aku tak pantas untuknya. Kita “melebur beda”.
Tahkalah kutemukan musisi yang lain.
Namanya……….Debo Andryos.
Aku tak menyangka bila aku kini jadi miliknya.
Sahabat baruku. Juga cinta pertamaku.
Dan kini…. Bila aku bandingkan dengan kak
cakka.
Dia orang yang jauh lebih indah dari siapapun.
Kak cakka hanyalah orang yang kukagumi dalam
diam seribu kataku.
Kak Debo adalah anugerah tuhan yang harus
kubanggakan & cintai setulus hatiku
OIK
CAHYA R.
~ TAMAT ~



0 comments:
Post a Comment