“hey ngelamun mulu” ucapnya. Aku tersadar
dari lamunanku & tersenyum ke arahnya “ngelamun siapa sih?” tanyanya
“ngelamun kamu jadi ceweknya Septian”
ucapku. Ify manyun
“Sivia apaan sih. Aku sama Tian itu Cuma
temen” belanya
“siapa bilang kamu istrinya Tian?”
tanyaku tambah ku buat bercanda
“disebrang lapangan. Asrama putri. Tiba
tiba ada seorang cowok tergesah gesah menghampiriku.
“boleh nanya nggak? “tanyanya. Aku
mengangguk. “kamar nomer 525 dimana ya? “tanyanya. Aku menoleh keasramah cowok.
“disana. Lantai dua “tunjukku kelantai
dua.
“sebelah? “Tanyanya lagi.
“yaudah bareng aku aja. Aku mau lewat
sana”tawarku.ia mengangguk.
“namamu siapa?”tanyanya.
“sivia panggil Via nggak papa “jawabku
“oh’ gitu ya? Aku Gabriel. Panggil aja
Iel . “ucapnya aku mengangguk.
“kamu anak baru ya disini? “tanyaku. Iel
mengangguk.
~Tiga Hari
Kemudian~
“hallo “suara disebrang telepon.
“hallo, ngel, gue suka cewek nich” ucap
Iel.
“terus? “Tanya angel enteng.
“yaelah, ya bantuin deketingue gitu “ucap
Iel.
“tapi loe nggak PHP kan sama dia?”
tanyanya
“yaelah Ngel, gue cinta sepenuh hati ama
dia” ucap Iel dengan nada memohon
“ya, ya.. bahasa loe tinggi amat. Baru
masuk 3 hari aja udah jadi penurut” ucap Angel
“penurut apaan. Penurut bin Troublemaker
kali’” ucap Iel. Angel ketawa
“eh, by the way. On the way, bus way.
Anaknya kayak gimana?” Tanya Angel
“dia lucu, cantik, chubby, imut, baik,
perhatian, nyenengin, pinter. Pokoknya tipe tipe gue lah” ucap Iel semangat
“loe ambil tipe gue..Iel.,” teriak Angel.
Iel menjauhkan hapenya dari telingannya sambil bergidik
“enak aje. Gue tuh” ucap Iel gak mau
kalah
“ah, udahlah. Repot ngomong ama loe. Bye”
ucap Angel menutup telponnya. Iel manyun
“Yel, dicari Sivia” ucap Riko di ambang
pintu
“iya”.
~Taman~
Sivia asyik membuat sketsa dirinya &
sahabat – sahabatnya. Ada Ify, Zahra, Riko & Iel.
“Via, Ify jangan pakek celana. Rok aja”
ucap Zahra
“oke deh” jawab Via. Iel datang sambil
kejar-kejaran dengan Riko. Dan…
Iel nggak sengaja nyenggol Via. Alhasil.
Sketsa itu berantakan dengan cat air yang ada didepannya
“kamu ini gimana sih. Nggak lihat apa,
ada aku disini?” Tanya Via dengan marah. Iel hanya bisa menatapnya bersalah.
“kan gambarku rusak gara gara kamu.” Sivia berdiri & meninggalkan Iel dan
Riko. Ify dan Zahra menyusul Sivia.
“loe sih Yel. Udah tau ada Via juga” ucap
Riko sambil menyenggol lengan kiri Iel. Iel hanya diam
~7 hari kemudian~
Sivia duduk dipinggir lapangan menemani
Zahra & Ify yang sedang bermain basket. Via membuka tasnya. Ketika itu. Via
mendapati sebuah lukisan tentang persahabatan tiga orang perempuan & dua
orang laki-laki. Bertuliskan ‘Malaikat Tanpa Sayap’ itu. Didorong rasa
penasaran, Via membuka surat didalam amplop putih itu. Ia lantas membacanya
To : Sivia Azizah Cantik
Hai Via,
Apa kabar?
Masih baik, cantik & menggemaskan tentunya
Vi, maafin aku ya. Gara gara aku, sketsa kamu rusak.
Apa kabar?
Masih baik, cantik & menggemaskan tentunya
Vi, maafin aku ya. Gara gara aku, sketsa kamu rusak.
Sebagai permohonan maafku.
Aku kasih ini buat kamu
Maaf kalau jelek dan nggak rapi
Disitu ada kamu, Ify & Zahra lagi
ayunan ditaman
Riko lagi manjat pohon mangga
Dan aku lagi ngelukis ini
Ini sama persis waktu aku lagi
ngelukisnya
Via, aku pengen kamu jadi malaikatku
Malaikat Tanpa Sayap
Dan aku adalah sebuah sayap yang akan
membawamu kemanapun kamu pergi
Kamu mau kan?
-Iel Gabriel Ganteng Damanik-
Via tersenyum dan memeluk Iel yang tiba
tiba ada disampingnya
-Tamat-



0 comments:
Post a Comment