Tuesday, April 15, 2014

Friendship Of Eternal -Cerpen Idola Cilik 3-

Nova dan Ozy sedang melihat Rio dan Alvin sahabatnya yang tengah bermain basket dilapangan.
“Vin.. drible bolanya” teriak Rio didepan ring basket. Tanpa banyak omong lagi, Alvin langsung drible bolanya ke arah Rio dan,,
Shittt..
“yeah” teriak Rio bangga
Sementara Nova dan Ozy yang duduk dikursi penonton hanya tersenyum
“kamu kenapa sih Zy, sekarang kok nggak pernah ikut basket sama Rio Alvin?” Tanya Nova pada Ozy yang asyik memakan makanan makanan kecil
“nggak papa Nov” jawab Ozy enteng
“emang kamu nggak pingin apa, kayak kak Rio dan kak Alvin yang aktif di basket, sepak bola, musik, osis. Kamu kan pinter Zy” ucap Nova
“gini ya Nov, bukannya aku nggak mau jadi yang terbaik untuk semuanya. Tapi aku punya alasan tersendiri untuk ini” jawab Ozy. Nova hanya mengangguk
“eh Zy, minumku mana?” Tanya Alvin. Ozy mengambilkan air mineral di tasnya
“nih” Ozy menyodorkan botolnya “udah selesai mainnya?” Tanya Ozy. Alvin mengangguk
“anterin gue ke toko boneka” bisik Rio
“ikut gue ke toko hewan” bisik Alvin. Ozy mengangkat alisnya
“ngapain?” Tanya Ozy
“ssstt.. jangan keras keras” ucap Alvin mengumpat
“emang mau ngapain sih?” Tanya Ozy pelan
“ya elah Zy, lusa kan Nova ulang tahun” ucap Alvin. Ozy mengangguk “so, mau ngado apa loe?” Tanya Alvin. Ozy mengangkat bahu
~Rumah Ozy~
“papa nggak berhak ngatur hidup Ozy sama Keke lagi.” Teriak Ozy di dalam kamarnya sambil mendekap adiknya
“Ozy. Kamu itu masih anak papa. Jadi papa punya hak untuk ngatur kamu sama Keke” ucap pak Joe. Papa Ozy
“mendingan sekarang papa pergi dari sini. Apa papa udah puas bunuh mama?. Sekarang papa mau ngerebut Keke dari Ozy. Nggak pa, Ozy nggak akan biarin papa ngelukain Keke sedikitpun” ucap Ozy sambil membuka jendela kamarnya
“kak, jangan nekat” ucap Keke
“udahlah Ke, ini demi keselamatan kamu” ucap Ozy menyuruh Keke keluar dulu. Ozy menyusulnya
~Rumah Rio~
“Yo, gue titip Keke ya” ucap Ozy kembali memasang helm-nya
“loe mau kemana Zy?” Tanya Rio
“ada urusan yang harus gue selesai’in sekarang” ucap Ozy mulai menjalankan caviga putihnya
“kak Ozy, ikut” teriak Keke. Tapi motor Ozy sudah tidak terlihat lagi
“masuk dulu aja Ke, udah malem” tawar Rio. Keke mengangguk
~Dua Hari Kemudian~
“Happy Birthday Nova” ucap kedua sahabatnya. Senyum mengembang diwajahnya begitu mendapati sebuah kue ulang tahun dengan lilin angka 15 dan namanya.
“kak. Ini bener buat aku?” Tanya Nova
“ya iyalah, mau buat siapa lagi” ucap Rio
“makasih ya kak” ucap Nova. Rio & Alvin mengangguk
“Nov, ada surat dari Ozy” panggil Dea teman se komplek dengan Ozy
“oh iya, thank’s ya De” Dea mengangguk
“kak, Ozy kok nggak ada sih?” Tanya Nova pada Rio & Alvin. Rio & Alvin hanya mengangkat bahu
~Taman~
Nova duduk di salah satu kursi ditaman itu ditemani Rio & Alvin. Nova mengeluarkan surat yang di berikan Dea tadi pagi
“tumben ya Ozy pakek ginian. Nggak masuk sehari aja kok pakek gini” ucap Nova sambil membuka amplopnya
-Dear Nova-
Sehari aja nggak ketemu,
Rasanya kangen banget.
Apalagi kalau nggak ketemu selamanya?
Nov, maaf ya, aku nggak sempat pamit ke kamu & yang lain. Mulai hari ini, aku ikut papa pulang ke Semarang. Kamu jangan nyari aku ya.
Huh, GR banget sih
Nov, kalau misalnya kita nggak ketemu lagi. Aku harap kamu udah bahagia sama dambaanmu.
Aku udah tau Nov, kamu suka sama Rio & Alvin.
Maaf ya, aku bukan yang terbaik buat kamu.
Sebenernya aku suka sama kamu dari dulu Nov,
dari kita pertama ketemu. Tapi, aku tau, aku bukan tipe kamu.
aku bukan cowok yang ganteng dan keren kayak Rio dan Alvin. Aku bukan anak yang aktif di basket, sepak bola, musik. Bahkan Osis. Aku bukan cowok yang sempurna dimatamu. Bahkan dimata semua orang.
Dua bulan yang lalu, aku divonis menderita penyakit kanker jaringan otak stadium dua. Aku hampir putus asa Nov, dokter bilang umurku tinggal beberapa bulan lagi. Dan., aku terpaksa ngelakuin ini semua. Karena aku nggak mau kamu lihat aku sudah tak bernyawa nanti.
Tapi kamu tenang aja, aku emang bukan pacarmu. Tapi kita tetep sahabat.
Jangan sedih lagi ya cantik/
Because we’re friendship.. is..
Friendship Of Eternal

-Ozy Ardiansyah-

Tak terasa, aliran bening menetes dari mata lugunya.
“Because we’re friendship…” ucap Nova “is..” Rio dan Alvin melanjutkannya
“Friendship of eternal” Rio dan Alvin tersenyum
“udah Nov, jangan nangis lagi” Alvin mengusap air mata Nova
“persahabatan kita yang kekal. Takkan lekang oleh waktu. Biarpun kami berpisah. Kami tetap sahabat” ucap Rio sambil memandang langit senja. Alvin & Nova tersenyum. Mereka ikut terhanyut dalam suasana itu. Langit senja itupun seakan menjadi saksi. Betapa besarnya arti persahabatan mereka.
Persahabatan Yang Kekal.


-Tamat-

0 comments:

Post a Comment