Nova dan
Ozy sedang melihat Rio dan Alvin sahabatnya yang tengah bermain basket
dilapangan.
“Vin..
drible bolanya” teriak Rio didepan ring basket. Tanpa banyak omong lagi, Alvin
langsung drible bolanya ke arah Rio dan,,
Shittt..
Shittt..
“yeah”
teriak Rio bangga
Sementara
Nova dan Ozy yang duduk dikursi penonton hanya tersenyum
“kamu
kenapa sih Zy, sekarang kok nggak pernah ikut basket sama Rio Alvin?” Tanya
Nova pada Ozy yang asyik memakan makanan makanan kecil
“nggak
papa Nov” jawab Ozy enteng
“emang
kamu nggak pingin apa, kayak kak Rio dan kak Alvin yang aktif di basket, sepak
bola, musik, osis. Kamu kan pinter Zy” ucap Nova
“gini ya
Nov, bukannya aku nggak mau jadi yang terbaik untuk semuanya. Tapi aku punya
alasan tersendiri untuk ini” jawab Ozy. Nova hanya mengangguk
“eh Zy,
minumku mana?” Tanya Alvin. Ozy mengambilkan air mineral di tasnya
“nih”
Ozy menyodorkan botolnya “udah selesai mainnya?” Tanya Ozy. Alvin mengangguk
“anterin
gue ke toko boneka” bisik Rio
“ikut
gue ke toko hewan” bisik Alvin. Ozy mengangkat alisnya
“ngapain?”
Tanya Ozy
“ssstt..
jangan keras keras” ucap Alvin mengumpat
“emang
mau ngapain sih?” Tanya Ozy pelan
“ya elah
Zy, lusa kan Nova ulang tahun” ucap Alvin. Ozy mengangguk “so, mau ngado apa
loe?” Tanya Alvin. Ozy mengangkat bahu
~Rumah
Ozy~
“papa
nggak berhak ngatur hidup Ozy sama Keke lagi.” Teriak Ozy di dalam kamarnya
sambil mendekap adiknya
“Ozy.
Kamu itu masih anak papa. Jadi papa punya hak untuk ngatur kamu sama Keke” ucap
pak Joe. Papa Ozy
“mendingan
sekarang papa pergi dari sini. Apa papa udah puas bunuh mama?. Sekarang papa
mau ngerebut Keke dari Ozy. Nggak pa, Ozy nggak akan biarin papa ngelukain Keke
sedikitpun” ucap Ozy sambil membuka jendela kamarnya
“kak,
jangan nekat” ucap Keke
“udahlah
Ke, ini demi keselamatan kamu” ucap Ozy menyuruh Keke keluar dulu. Ozy
menyusulnya
~Rumah
Rio~
“Yo, gue
titip Keke ya” ucap Ozy kembali memasang helm-nya
“loe mau
kemana Zy?” Tanya Rio
“ada
urusan yang harus gue selesai’in sekarang” ucap Ozy mulai menjalankan caviga
putihnya
“kak
Ozy, ikut” teriak Keke. Tapi motor Ozy sudah tidak terlihat lagi
“masuk
dulu aja Ke, udah malem” tawar Rio. Keke mengangguk
~Dua
Hari Kemudian~
“Happy
Birthday Nova” ucap kedua sahabatnya. Senyum mengembang diwajahnya begitu
mendapati sebuah kue ulang tahun dengan lilin angka 15 dan namanya.
“kak.
Ini bener buat aku?” Tanya Nova
“ya
iyalah, mau buat siapa lagi” ucap Rio
“makasih
ya kak” ucap Nova. Rio & Alvin mengangguk
“Nov,
ada surat dari Ozy” panggil Dea teman se komplek dengan Ozy
“oh iya,
thank’s ya De” Dea mengangguk
“kak,
Ozy kok nggak ada sih?” Tanya Nova pada Rio & Alvin. Rio & Alvin hanya
mengangkat bahu
~Taman~
Nova
duduk di salah satu kursi ditaman itu ditemani Rio & Alvin. Nova
mengeluarkan surat yang di berikan Dea tadi pagi
“tumben
ya Ozy pakek ginian. Nggak masuk sehari aja kok pakek gini” ucap Nova sambil
membuka amplopnya
-Dear
Nova-
Sehari
aja nggak ketemu,
Rasanya kangen banget.
Apalagi kalau nggak ketemu selamanya?
Rasanya kangen banget.
Apalagi kalau nggak ketemu selamanya?
Nov,
maaf ya, aku nggak sempat pamit ke kamu & yang lain. Mulai hari ini, aku
ikut papa pulang ke Semarang. Kamu jangan nyari aku ya.
Huh, GR banget sih
Huh, GR banget sih
Nov,
kalau misalnya kita nggak ketemu lagi. Aku harap kamu udah bahagia sama
dambaanmu.
Aku udah tau Nov, kamu suka sama Rio & Alvin.
Maaf ya, aku bukan yang terbaik buat kamu.
Sebenernya aku suka sama kamu dari dulu Nov,
dari kita pertama ketemu. Tapi, aku tau, aku bukan tipe kamu.
aku bukan cowok yang ganteng dan keren kayak Rio dan Alvin. Aku bukan anak yang aktif di basket, sepak bola, musik. Bahkan Osis. Aku bukan cowok yang sempurna dimatamu. Bahkan dimata semua orang.
Aku udah tau Nov, kamu suka sama Rio & Alvin.
Maaf ya, aku bukan yang terbaik buat kamu.
Sebenernya aku suka sama kamu dari dulu Nov,
dari kita pertama ketemu. Tapi, aku tau, aku bukan tipe kamu.
aku bukan cowok yang ganteng dan keren kayak Rio dan Alvin. Aku bukan anak yang aktif di basket, sepak bola, musik. Bahkan Osis. Aku bukan cowok yang sempurna dimatamu. Bahkan dimata semua orang.
Dua
bulan yang lalu, aku divonis menderita penyakit kanker jaringan otak stadium
dua. Aku hampir putus asa Nov, dokter bilang umurku tinggal beberapa bulan lagi.
Dan., aku terpaksa ngelakuin ini semua. Karena aku nggak mau kamu lihat aku
sudah tak bernyawa nanti.
Tapi kamu tenang aja, aku emang bukan pacarmu. Tapi kita tetep sahabat.
Jangan sedih lagi ya cantik/
Because we’re friendship.. is..
Friendship Of Eternal
Tapi kamu tenang aja, aku emang bukan pacarmu. Tapi kita tetep sahabat.
Jangan sedih lagi ya cantik/
Because we’re friendship.. is..
Friendship Of Eternal
-Ozy
Ardiansyah-
Tak
terasa, aliran bening menetes dari mata lugunya.
“Because
we’re friendship…” ucap Nova “is..” Rio dan Alvin melanjutkannya
“Friendship
of eternal” Rio dan Alvin tersenyum
“udah
Nov, jangan nangis lagi” Alvin mengusap air mata Nova
“persahabatan
kita yang kekal. Takkan lekang oleh waktu. Biarpun kami berpisah. Kami tetap
sahabat” ucap Rio sambil memandang langit senja. Alvin & Nova tersenyum.
Mereka ikut terhanyut dalam suasana itu. Langit senja itupun seakan menjadi
saksi. Betapa besarnya arti persahabatan mereka.
Persahabatan
Yang Kekal.
-Tamat-



0 comments:
Post a Comment